Sejarah Pergerakan Mahasiswa
Rabu, 08 Mei 2013
0
comments
“Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya. Tapi berikan aku 10 orang pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” - Soekarno
Peran
Pemuda dan Mahasiswa mengawal dan sebagai garda terdepan bangsa ini
dari kolonialis maupun tangan besi penguasa. Pergerakan pemuda atau
mahasiswa menjadi penentu dalam setiap arah bangsa ini.
Mahasiswa
merupakan salah satu elemen penting dalam setiap episode panjang
perjalanan bangsa ini. Hal ini tentu saja sangat beralasan mengingat
bagaimana pentingnya peran mahasiswa yang selalu menjadi aktor perubahan
dalam setiap momen - momen bersejarah di Indonesia. Sejarah telah
banyak mencatat, dari mulai munculnya Kebangkitan Nasional hingga
Tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan. Beberapa tahun
belakangan ini telah banyak tercatat bahwa sudah beberapa kali mahasiswa
menancapkan taji intelektualitasnya secara aplikatif dalam memajukan
peradaban bangsa ini dari masa penjajahan Belanda, Masa Penjajahan
Jepang, Masa Pemberontakan PKI, Masa Orde Lama, Hingga Masa orde baru,
peran mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting
tersebut.
Dalam
Sejarah peradaban bangsa Indonesia, ada beberapa catatan peristiwa yang
layak kita pandang sebagai awal mula pergerakan mahasiswa di tanah air.
Pasca kemerdekaan
Perjuangan melawan kolonialis dan imperialis
Perjuangan
pemuda dalam mengusir kolonialis Belanda maupun Portugis pada waktu
itu. Perlawanan mereka yang begitu massif di dorong oleh keyakinan
religious yang kuat. Menganggap perjuangan mereka sebagai jihad fi
sabilillah. Tokoh-tokoh yang lahir seperti Imam Bonjol, Pattimura,
Sisimangaraja, Dipanegoro, dll.
SDI (Syarikat Dagang Indonesia)
Berdiri
16 Oktober 1905 dengan skala gerakan nasional. Konsentrasi perjuangan
SDI adalah melawan kolonialisme dan membangun ekonomi mandiri bangsa.
SDI didirikan oleh H. Samanhudi dan H.O.S Tjokroaminoto. Pergerakan SDI
mendapatkan respon massif dan eskalatif dari masyarakat dengan didukung
oleh kaum pemuda terbaik di zamannya.
Boedi Oetomo
Berdiri
20 Mei 1908. Pergerakan Boedi Oetomo bergerak untuk kemaslahatan
masyarakat. Cita-cita yang dibangun adalah menuju masyarakat yang bebas
dari belenggu penjajah dan merdeka. Meskipun dalam pergerakannya lebih
banyak kooperatif dengan penjajah.
Perhimpunan Indonesia
Ciri
khas gerakan pemuda organisasi Perhimpunan Indonesia adalah gerakan
intelektual. Banyak pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia
adalah kalangan mahasiswa. Tokoh yang hadir pada saat itu ialah Mohammad
Hatta. Perjuangan mereka tak lepas terhadap masalah kemerdekaan hakiki
yang menjadi hak setiap bangsa. Berbeda dengan organisasi atau
perhimpunan lainnya, Perhimpunan Indonesia berkonsentrasi terhadap media
agitasi dan propaganda serta terhadap kajian-kajian intelektual.
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sebuah
momentum bagi pemuda bagi lahirnya sebuah pergerakan eskalatif pemuda
yang begitu bergelora. Mendeklarasikan sebuah persatuan nasional,
“kesatuan bahasa, bangsa dan tanah air! Yakni Indonesia” Semangat sumpah
pemuda akan mengusir penjajah begitu menggelora dan mewujudkan
Indonesia merdeka tanpa adanya penghisapan manusia terhadap manusia.
Perlawanan terhadap agresi militer Jepang
Ketika
takluknya Belanda ke tangan Jepang. Kini berganti baju yang kala itu
dilakukan oleh Jepang. Berbeda dengan Belanda yang bersifat ekstraktif
atau mengeksploitasi Sumberdaya alam, dan perkebunan skala luas. Tapi
Jepang berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya manusia untuk kebutuhan
perang mereka. Pergerakan
pemuda tetap menggelora walau sudah berpindah tangan. Praktek kerja
paksa masih terjadi dan wajib militer yang dibangun Jepang memicu
semangat untuk merebut kemerdekaan dari tangan Jepang. Banyak organisasi
kepemudaan lahir ditengah masyarakat untuk membangun sebuah front
nasional. Ya petani, ya buruh, ya tukang becak, ya pegawai, dan lainnya
semua harus bersatu acap Soekarno berulang kali membangkitkan semangat
perjuangan.
Proklamasi Kemerdekaan
Sebuah
awal momentum yang dinantikan bangsa Indonesia sejak lama ialah
Proklamasi kemerdekaan. Kemerdekaan secara politik dari tangan
kolonialis. Dimana Jepang sudah menyerah kepada sekutu akibat serangan
bom Hirosima dan Nagasaki. Hancurnya perekonomian dan pemerintahan
Jepang menyebabkan krisis parah. Mendengar hal itu, kaum pemuda yang
semangatnya begitu menggelora menculik Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta
ke Rengasdengklok untuk sesegera mungkin mendeklarasikan kemerdekaan
didepan rakyat Indonesia. Proklamasi
pun dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945. Tidak lepas dari kaum
pemuda, Soekarno dan Hatta yang membangun kembali semangat juang para
pemuda untuk terus masuk dalam garda revolusi Indonesia menuju
masyarakat Sosialisme Indonesia. Indonesia lahir sebagai Negara merdeka
berkat dukungan dan perjuangan kaum pemuda.
Pasca Kemerdekaan
Bandung Lautan Api
Beberapa
tahun kemudian setelah proklamasi, Belanda melakukan agresi militer
untuk merebut kembali sumberdaya alam serta manusia Indonesia. Agresi
militer yang terbangun dibeberapa tempat seperti Bandung menjadi
peristiwa yang monumental bagi sejarah Indonesia. Pengorbanan yang
begitu besar dengan membumihanguskan kota, sehingga masyarakat mengungsi
pada April 1946. Tentu tak lupa bagi kita melihat pengorbanan Mohammad
Toha dalam melakukan aksi “bom syahid” di gudang persenjataan musuh di
usia 19 tahun.
Gerakan Mahasiswa Era 1965
Respon
terhadap mahasiswa yang menyaksikan korupsi birokrasi dan ketimpangan
sosial dan ancaman PKI (Partai Komunis Indonesia). Dalam situasi ini tak
lepas dari kepentingan politik Negara Barat untuk menjatuhkan
pemerintahan Soekarno. Imperialis Barat yang menganggap pemerintahan
Soekarno tak bias kooperatif dalam pengelolaan sumberdaya alam.
Nasionalisasi serta redistribusi akses produksi serta gerakan nasional
Reforma Agraria sangat bertentangan bagi kepentingan Imperialis Barat. Menganggap
gerakan mahasiswa sebagai cara yang paling efektif digunakan untuk
menghancurkan pemerintahan Soekarno. Dikenal Tritura (tiga tuntutan
rakyat) yaitu; 1. Turunkan harga, 2. Rombak cabinet Dwikora, 3. Bubarkan
PKI. Gerakan mahasiswa yang didukung oleh TNI AD mendapatkan pressure
yang sangat kuat bagi pemerintahan Soekarno. Akhir peristiwa
kontroversial Gestok berhasil menjatuhkan Soekarno dari tahta Presiden
sementara disatu sisi, gerakan mahasiswa pun didukung oleh masyarakat. Lewat
peristiwa yang sangat panjang tersebut akhirnya Soekarno lengser dan
dijadikan tahanan politik di era setelahnya yaitu Soeharto. Soekarno
adalah ancaman bagi pemerintahan tangan besi era Soeharto.
Gerakan Mahasiswa Era 1974
Gerakan
mahasiswa mempersoalkan dampak peminjaman hutang luar negeri,
penjajahan lewat investasi, dan juga menuntut penghapusan Asisten
Pribadi Presiden. Banyak mahasiswa ditangkap dan dipenjara akibat
tuduhan kontroversial pengrusakan dan kerusuhan massal. Konsentrasi
perjuangan mahasiswa ialah Jakarta. Puncaknya pada tanggal 15 Januari
1974 dikenal sebagai peristiwa MALARI (Lima Belas Januari). Rezim
militeristik dan tangan besi Soeharto berhasil menggagalkan aksi para
demonstran. Serangan bertubi-tubi terhadap pemerintahan Soeharto terus
lahir. Dengan gagasan yang cenderung sama ialah TURUNKAN SOEHARTO.
Banyak kasus dimana aset-aset bangsa dikuasai asing dan keluarga serta
krooni-kroninya. Rakyat kehilangan akses untuk memiliki hasil produksi
mereka. Revolusi hijau yang menjadi kebijakan Soeharto terbukti untuk
menciptakan skala pertanian luas yang dikuasai oleh pemilik modal.
Rakyat tersingkir dari hak atas mengelola sumberdaya alam. Banyak kasus
lainnya yang melatarbelakangi lahirnya pemberontakan di zaman Soeharto.
Gerakan Mahasiswa Era 1978
Gerakan
mahasiswa kembali lahir dengan isu yang berbeda yakni membubarkan organ
ekstra kampus dan membuat Badan Pengawasan Kampus yang merupakan
perpanjangan tangan pemerintah. Kebijakan ini dikenal dengan NKK/BKK
(Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus). Setelah
diterapkannya NKK/BKK, aksi yang dilakukan mahasiswa lebih sporadis dan
incidental. Di
zaman Soeharto, mahasiswa mengalami pengkerdilan, de-politisasi, dan
de-ideologisasi. Mahasiswa/rakyat dilarang berbicara permasalahan
pemerintahan di depan publik terkait soal politik. Tekanan dari
pemerintah terhadap mahasiswa membuat gerakan mahasiswa lebih massif
lagi. Perilaku represif Soeharto terhadap gerakan mahasiswa tidak
berhasil memukul mundur dan melemahkan semangat perjuangan mahasiswa
yang tergabung dalam berbagai Universitas dan Perguruan Tinggi lainnya.
Gerakan Mahasiswa Era 1998
Akibat
hutang pinjaman luar negeri yang begitu besar, dan krisis global akibat
surat hutang (obligasi) Wall Street berdampak kepada Bank Amerika,
menghantam krisis moneter di Indonesia. Harga barang melambung tinggi,
pengangguran tinggi, kerusuhan massal, meningkatnya tindakan
kriminalitas. Berbagai kasus tersebut kembali melatarbelakangi mahasiswa
turun ke jalan menuntut Soeharto turun dari tangkuh pemerintahan.
Mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR/MPR sebagai pusat pemerintahan.
Soeharto berhasil diturunkan setelah 32 tahun menjabat sebagai Presiden
RI. April
- Desember 1998 ribuan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan. Bukan
hanya pergerakan mahasiswa, namun pergerakan sosial. Di tengah
perjuangan para demonstran yang menuntut keadilan (atas tragedi Semanggi
dan Trisakti), menuntut reformasi Indonesia. Inilah titik puncak
perjuangan mahasiswa, perjuangan rakyat Indonesia, dalam memperjuangkan
keadilan dan keinginannya untuk merdeka dan maju demi Indonesia
tercinta.
Gerakan Mahasiswa Era Reformasi
Pasca
jatuhnya Soeharto, mahasiswa di era-reformasi seolah-olah gagap
terhadap kuasa pemerintahan yang berganti tangan dari Presiden represif
melalui proses demokratis. Kroni-kroni Soeharto tetap duduk dalam kursi
pemerintahan membawa agenda yang sama seperti terdahulunya dan kembali
mengacaukan arah perjuangan mahasiswa. Mahasiswa kehilangan musuh
lamanya, tetapi kini sudah berganti baju yang lebih soft dan damai.
Sejak Tahun 2005- sekarang
Gerakan mahasiswa seperti nya sedang mengalami kejenuhan. Mimbar bebas di kampus-kampus tidak banyak terlihat lagi. Para aktivis mahasiswa tidak mampu keluar dari lingkaran kepentingan politik praktis.
Pergerakan
mahasiswa tetap menyala lewat lembaga intra kampus maupun ekstra kampus
seperti halnya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Dan sebagai
tugas GMNI untuk mengembalikan persatuan nasional dan mewujudkan
masyarakat sejahtera.
GMNI
sebagai representasi pergerakan mahasiswa lahir ditengah situasi serta
kondisi yang tidak lagi sesuai dengan harapan masyarakat dan cita-cita
bangsa. GMNI merespon segala aksi dengan dasar kesadaran moral, tanggung
jawab intelektual, pengabdian sosial, dan kepedulian politiknya.
Mengurai
kembali sejarah pergerakan bangsa ini tidak lepas dari sejarah
mahasiswa. Sekembalinya GMNI dari tangan represif Soeharto di zaman
Orba, GMNI kembali meningkatkan eskalasi politiknya hingga meleburkan
diri ditengah masyarakat membela kaum tertindas. Model pergerakan GMNI
dilandasi oleh ideologi bangsa dan azas perjuangan kita Marhaenisme.
Mahasiswa harus tampil sebagai agen of change. Yang kelak menjadi motor perubahan bangsa.
Menjadi seorang idealis dan independen (berkata jujur, tegas, cerdas, dan konsisten terhadap ide sendiri)
Sadar !! Harapan bumi pertiwi untuk lebih baik terpikul di pundak kita semua.
Mahasiswa harus tampil sebagai agen of change. Yang kelak menjadi motor perubahan bangsa.
Menjadi seorang idealis dan independen (berkata jujur, tegas, cerdas, dan konsisten terhadap ide sendiri)
Sadar !! Harapan bumi pertiwi untuk lebih baik terpikul di pundak kita semua.
